Ini Cara Penjahat Melakukan Penipuan dan Pembajakan Telegram No. 2.c Modus Terbaru dan Cara Melindunginya

Telegram sudah menjadi sarana komunikasi alternatif sekarang ini bahkan hampir-hampir saja menyaingi kepopuleran WhatsApp. Namun sayangnya dampak positif perkembangan aplikasi messengger ini di manfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan penipuan. Bagi sahabat pengguna telegram dengan membaca lengkap artikel ini InsyaAllah akan terhindar dari penipuan dan pembajakan telegram.

1. Apa tujuan oknum jahat melakukan penipuan dan pembajakan telegram

Pertama ini yang harus diketahui dan akan membuka mata kita bahwa tujuan dari penipuan dan pembajakan telegram tentu saja untuk mendapatkan keuntungan secara materi dari apa yang dilakukannya itu, diantaranya :
  • Mendapatkan login dari aplikasi telegram
  • Mendapatkan Chat-chat (percakapan) penting di telegram kita, bahkan terkadang pada chat saved (tersimpan) seringkali pengguna telegram menyimpan password, user id dari aplikasi-aplikasi lainnya, misalnya aplikasi perbankan, aplikasi wallet dan lain-lain.
  • Mengumpulkan kontak-kontak yang ada di telegram untuk di manfaatkan dikemudian hari.
  • Menggunakan akun kita sebagai akun zombie yang akan melancarkan penipuan kepada kontak-kontak yang telah di dikumpulkan tadi, misalnya dengan memancing dimasukkan ke dalam group tertentu dan nantinya melalui grup itu melakukan proses penipuan.
  • Menggunakan kontak-kontak yang ada sebagai target berbagai macam penipuan.
  • Tujuan utama dan ini adalah yang paling mereka inginkan adalah korban mentransfer sejumlah uang kepada mereka.

2. Bagaimana Cara Oknum Penipu (Modus Operandi) Melakukan Pembajakan Telegram

a. Menelpon Calon Korban

Penipu mengumpulkan nomor-nomor telpon yang memiliki telegram, ini sangat mudah dilakukan dengan mencarinya di Internet, penipu bergabung di group-group telegram atau menargetkan secara acak nomor-nomor yang akan mereka incar.

  • Korban di telpon bahwa ada perbaikan sistem dari telegram .
  • Penelpon lalu mencoba login pada sistem telegram dengan memasukkan nomor korban.
  • Secara otomatis telegram akan memunculkan kode verifikasi ke sms korban atau telegram korban dan pada kesempatan ini penipu akan meminta kode tersebut agar di informasikan kepada dia.
  • Jika korban menyerahkan kode tersebut maka beralihlah penguasaan aplikasi kepada si penipu.

b. Melakukan Chatting atau Telpon Langsung Dengan Korban

Pada penipuan jenis ini pelaku tidak langsung ingin menguasai aplikasi telegram korban namun hampir sama dengan sms berhadiah maka penipu akan mengontak korban dan berpura-pura sebagai :

  • Telegram pusat yang akan memberikan hadiah
  • Berkenalan dan ingin jadi teman dan berasal dari luar negeri dan ingin mengirim sejumlah dana
  • Dari perusahaan kurir dan ingin mengirim kiriman berharga yang nilainya puluhan hingga ratusan juta
Korban akan diminta untuk mentransfer sejumlah uang karena orang, hadiah, atau barang yang akan dikirim sedang tertahan di bandara Jakarta dan harus ditebus dengan sejumlah uang dari bea cukai.
Jika pada langkah ini berhasil akan masuk pada langkah berikutnya yaitu meminta lagi tambahan sejumlah uang untuk melakukan pengurusan dokumen-dokumen agar yang mereka janjikan segera di dapat.
Namun apabila permintaan transfer pertama tidak di gubris maka mereka akan mengancam bahwa jika barang atau hadiah tidak di transfer uang tebusannya maka akan terkena pasal berlapis dan berisiko berhadapan dengan aparat hukum.

c. Memasukkan Kedalam Group Untuk Di Tipu

Yang paling marak sekarang ini adalah pengguna telegram akan di masukkan kedalam group yang seakan-akan sebagai group yang sangat menguntungkan misalnya :

  • Group Pulsa
  • Group Bisnis Online
  • Group Investasi
  • Group Bank BRI, BCA, MANDIRI dan lain sebagainya
Namun di Group tersebut tidak bisa pengguna telegram berkomentar, pengguna di undang ("diculik") atau di masukkan kedalam group biasanya di dapat dari Telegram yang sudah di kuasai atau di Hack oleh penipu (Lihat 2.a) dan selanjut Nomor-nomor kontak segera di pancing untuk mengklik Pesan yang dikirim oleh Admin yang berupa bot (robot) dengan alur sebagai berikut :

  • Bot menanyakan nomor hp
  • User memasukkan nomor hp nya
  • Telegram mengirimkan kode security login 
  • Bot meminta kode keamanan tersebut, dengan alasan memverifikasi no hp nya.
  • User memasukkan kode nya ke bot
Bagi pengguna awam terkadang mereka mengikuti permintaan tersebut karena mereka baru saja masuk di telegram atau mereka tidak menyadari bahwa yang mengajak mereka bercakap-cakap adalah bot (user telegram yang di program otomatis).
Dan Bammm!!! Akun telegram anda berhasil di hack dan di kuasai oleh orang lain.

Cara Melindungi Akun Telegram dari Penipuan dan Hacking

Sebenarnya telegram oleh pengembangnya dari Rusia yaitu Pavel Durov dan timnya telah dibuat seaman mungkin dengan metode enkripsi yang berlapis sehingga akan amat sulit ditembus secara sistem. Namun seringkali berhasil juga di tembus karena kelalaian pengguna seperti yang telah disebutkan diatas.
Agar perlindungan terhadap telegram tidak mudah di hack atau di tipu oleh oknum yang jahat maka dapat dilakukan sebagai berikut :

1. Jangan Pernah Memberikan Kode Verifikasi kepada Siapapun yang Memintanya

  • Pihak telegram tidak pernah meminta kode verifikasi kepada pengguna, justru kode verifikasi diberikan oleh sistem kepada pengguna untuk memastikan bahwa yang menggunakan akun telegram itu adalah orang yang berhak.
  • Apabila ada yang meminta baik melalui telpon atau chatting maka bisa dipastikan itu adalah penipu.

2. Tidak Melayani Telpon atau Chat Yang Mengaku Berasal Dari Telegram Pusat

  • Jika anda masih awam dengan telegram pastikan jika ada orang yang menelpon dan mengaku dari telegram pusat dan mengatakan bahwa telegram sedang melakukan maintenance (pemeliharaan), program berhadiah atau apa pun. Bisa di pastikan itu adalah penipu dan sebaiknya langsung reject atau stop telpon.
  • Jika memungkinkan laporkan nomor tersebut kepada operator sebagai nomor telpon penipu.

3. Aktifkan Fitur-fitur keamanan dan privacy di Telegram

Agar seragam mari kita aktifkan dahulu di telegram bahasanya adalah Indonesia :
  • Klik Menu ☰
  • Klik Settings/Pengaturan
  • Klik Language/Bahasa
  • Klik Bahasa Indonesia

a. Membatasi Privasi dan Keamanan Group

Tujuan : Kita hanya bisa masuk group hanya oleh orang yang kita kenal saja.

  •  Klik Menu ☰ > Klik Pengaturan > Privasi dan Keamanan > Grup
  • Siapa yang dapat menambahkan anda ke group ? Pilih Kontak Saya

b. Verifikasi Dua Langkah


Menambahkan sandi atau password jika masuk ke perangkat lain misalnya di komputer atau laptop atau di hp yang lain. Pada langkah ini anda membutuhkan email aktif. Dimana nanti kode verifikasi akan dikirim juga ke email.

c. Sesi Aktif

Pada menu ini anda akan tahu berapa perangkat yang sedang aktif mengakses akun telegram dan disini bisa di hentikan dengan cara memilih pada perangkat yang aktif tersebut.

Demikian artikel mengenai Cara Penjahat Melakukan Penipuan dan Pembajakan Telegram No. 2.c Modus Terbaru dan Cara Melindunginya semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Ingat tidak ada satupun sistem yang sempurna, semua tergantung pada penggunanya jadi tetaplah waspada.

0 Response to "Ini Cara Penjahat Melakukan Penipuan dan Pembajakan Telegram No. 2.c Modus Terbaru dan Cara Melindunginya"

Post a Comment

Silahkan Comment namun bertanggung jawab

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 BR 4

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel